Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2014-2015

STAI Siliwangi Garut membuka pendaftaran Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2014-2015. pada tahun ini, STAI Siliwangi Garut membuka 3 (tiga) Prodi, satu prodi PAI yang merupakan prodi lama dan dua prodi baru yakni Perbankan Syariah dan PGRA. Semua prodi ini ditawarkan pada jenjang Strata 1.

SYARAT PENDAFTARAN:

Adapun persyaratannya (untuk semua prodi) adalah sebagai berikut:

1. Mengisi formulir pendaftaran yang bisa didownload di menu download pada website ini.

2. Melampirkan Fotocopi Ijazah & Transkip Nilai SMA/MA Sederajat sebanyak 2 lembar.

3. Pas Foto Ukuran 3x4 sebanyak 4 lembar dengan ketentuan :

a. Background Merah untuk laki-laki.

b. Background Biru untuk perempuan.

4. Fotocpoy KTP sebanyak 2 lembar.

5. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah)

6. Berkas pendaftaran dimasukan ke dalam Map berwarna merah bagi laki-laki dan map Biru bagi perempuan.

CARA PENDAFTARAN:

Pendaftaran bisa dilakukan dengan dua cara, yakni:

1. Pendaftaran secara online, dengan ketentuan:

a. Setelah mendownload dan mengisi formulir, bersamaan dengan berkas persyaratan lainnya dikirimkan via email atau facebook dengan Titel email "PMBSTAIS.(kode Prodi).2014. adapun kode prodinya adalah Nomor 01 = PAI, 02 = Perbankan Syariah, 03 = PGRA.

b. Untuk pembayaran Pendaftaran bisa dilakukan via transfer ke Bank Syariah Mandiri Cabang Kadungora a.n. STAI Siliwangi Garut dengan nomor rekening: 7065171419.

c. Kemudian berkas dikirim bersamaan dengan bukti transfer ke alamat email kami di staisgarut@yahoo.co.id atau bisa juga dikirim via akun facebook kami di staisiliwangigarut@yahoo.com.

d. Setelah berkas berhasil dikirim, kemudian konfirmasi ke nomor 085224970964.

e. Berkas pendaftaran yang sudah diajukan, akan diproses paling lambat 2x24 jam.

f. Pihak admin akan mengirimkan kwitansi pembayaran sebagai bukti pembayaran dan kartu peserta test dan PMB.

2. Cara kedua bisa langsung datang ke Sekretariat Pendaftaran PMB STAI Siliwangi Garut di Jl. Raya Leles No.117 Kp. Tutugan Desa Haruman kec. Leles Garut.

WAKTU PENDAFTARAN:

Waktu pendaftaran dimulai tanggal 01 Juni - 30 Agustus 2014 setiap hari dan jam kerja, yakni:

a. Senin - Kamis dari jam 08.00 - 16.00

b. Jum'at dan Sabtu 08.00 - 16.30

TESTING PMB:

Pada dasarnya testing PMB STAI Siliwangi Garut dilaksanakan sebagai suatu upaya perolehan informasi awal lembaga tentang mahasiswa tentang kemampuan awal yang dikuasainya. Adapun materi test yang akan diuji adalah berupa test tulis (Wawasan umum, Keagamaan dan Bahasa)

EKSTRAKURIKULER:

STAI Siliwangi Garut berkomitmen menyelenggarakan pendidikan yang unggul dan kompetitif guna mencetak lulusan yang Profesional dan mampu bersaing dengan ditunjang kompetensi dasar yang ikut perperan dalam manjamin mutu lulusan. Oleh karena itu, mahasiswa STAI Siliwangi Garut dibekali dengan kegiatan ekstrakurikuler, yakni:

1. Tahsin Al-Qur'an, program yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah dan Tahsin Al-Qur'an ini diberlakukan bagi seluruh mahasiswa STAI, dengan pertemuan terjadwal, diharapkan mahasiswa STAI mampu membaca Al-Qur'an dengan tahsin.

2. Bimbingan Bahasa Inggris dan Arab di bawah naungan Lembaga Bahasa STAI Siliwangi Garut.

3. Nasyid dan Marawis,

4. Komunitas Penulis Kampus (KPK)

5. Siliwangi Futsal Club (SFC)

6. Kewirausahaan

Seluruh kegiatan ekstrakurikuler tersebut terlaksana secara terstruktur dan terjadwal. Dari ekstrakurikuler tersebut ada ekstrakurikuler yang wajib dan pilihan (dapat dipilih mahasiswa).

INFORMASI BIAYA:

1. Pendaftaran Rp. 300.000,-

2. Jas Alamamater Rp. 150.000,-

3. Buku Bimbingan Studi, Buku Panduan Studi  + Kartu Mahasiswa Rp. 150.000,-

4. Biaya Ospek Rp. 150.000,-

Total Biaya Pangkal Pertama : Rp. 750.000,-

Biaya pangkal pertama tersebut paling lambat harus dilunasi paling lambat ketika OSPEK/MASTAMA.

Kisaran Biaya Persemester :

1. PAI dan PGRA kisaran per semester Rp. 1.500.000,- (Seluruh biaya)

2. Perbankan Syariah per semester Rp. 1800.000,- (Seluruh biaya)

ALAMAT DAN CONTACT PERSON:

1. Jl. Raya LeLes No. 117 Kp. Tutugan Desa Haruman Kec. Leles

2. Telepon Kantor 0262-455000

3. Bajang Ruhiyat, S.Pd.I. 085224970964 (Staf Admin)

4. Miftahul Ulum 081322914793 (Staf Admin)

5. Rina Nurdiana, M.Ag. 085353266544 (Tarogong)

6. Dra. Iis Suhayati, M.Ag. 085294 (Tarogong)

7. Daos Rusyadi, MA. 0818439551 (Sukawening & Cibatu)

8. Hendra Tohari, M.Ag. 085323733267 (Garut Kota)

9. Aam Saepul Alam, M.Ag.085223853106 (Pasirwangi)

 

 

STAI Siliwangi Garut Buka Prodi Perbankan Syariah dan PGRA


STAIS Online--Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya STAI Siliwangi Garut mendapatkan izin penyelenggaraan Program Studi (Prodi) Perbankan Syariah dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA)dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag).

Izin resmi itu tertuang dalam Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor: 3656 Tahun 2014 tentang Izin Penyelrnggaraan Program Studi Strata Satu (S1) pada Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta Tahun 2014.  Keputusan tersebut diterbitkan pada 1 Juli 2014.

Menurut Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Dede Rosyada, pemberian izin kepada  77 Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta agak telat karena harus dilakukan proses seleksi yang ketat untuk lebih meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Studi di Indonesia.

Ditegaskannya, setelah mendapatkan izin penyelenggaraan prodi tersebut, PTAIS diharapkan setelah 6 bulan agar mengajukan akreditasi ke BAN PT sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Walau pun demikian, sejak turunnya SK izin Prodi ini secara otomatis program studi tersebut telah memperoleh akreditasi “C” berlaku hingga 6 bulan ke depan.

Atas izin penyelenggaraan dua prodi tersebut Ketua STAI Siliwangi Garut, Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag, MH mengaku bangga dan senang. "Alhamdulilah akhirnya izinnya turun juga. Ini proses sangat panjang setelah menunggu kurang lebih 1 tahun 8 bulan"

Lebih lanjut beliau berharap, dengan bertambahnya 2 prodi tersebut STAI Siliwangi yang merupakan perguruan Tinggi Agama Islam tertua di Garut ini akan semakin maju dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Mengenai pembukaan pendaftaran, kata wakil Ketua STAIS Garut, Illa Susanti, pihak panitia penerimaan mahasiswa baru akan segera mensosialisasikan pembukaan kedua prodi tersebut kepada masyarakat dalam 2 bulan ini. Mudah-mudahan bulan september 2014 perkuliahan untuk mahasiswa program studi Perbankan Syariah dan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) bisa segera dimulai

 

 

SILIWANGI EXPO SEASON III

alt

Anda masih ingat dengan Acara 'Siliwangi Expo'?. Ya jika anda mendengar kata 'Siliwangi Expo' ingatan anda akan digiring ke sebuah acara perlombaan dari berbagai jenjang dari tingkat TK hingga SMA. Dan kali ini, masih digawangi oleh anak-anak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Siliwangi Garut bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Telkomsel, acara serupa akan digelar selama empat hari, yakni dari tanggal 10 hingga 13 April 2014.

Berdasarkan info yang admin terima, untuk even kali disebut dengan SILIWANGI EXPO Season III (hihii..., lucu ya kalo denger kata-kata "season" bawaannya inget sinema TV Series "The Walking Dead_adm) Mengusung tema "Temukan Potensi Raih Prestasi tanpa Frustasi" (Keren nggak tuh?) diharapkan pada acara Siliwangi Expo Season III ini target pesertanya direncanakan 1000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan tingkat TK hingga SMA Se-Kabupaten Garut.

Menurut Dzikrul Hakim, ketua pelaksana Siliwangi Expo Season III, adanya even EXPO tahun ini pada diharapkan mampu mencapai beberapa tujuan, yakni:

  1. Menjadi wadah untuk menampung kreativitas, ekspresi dan mengapresiasi seni khususnya seni-seni Islami;
  2. Menumbuhkan sikap/mental positif pada anak yakni, sikap kreativitas, berni, percaya diri, bekerja keras, terbentuk team work, kompetitif dan sportif;
  3. Mengasah kemampuan dan potensi anak baik dalam seni rupa, musik dan kegiatan seni lainnya.

Adapun perlombaan yang akan diperlombakan dalam Siliwangi Expo Season III ini adalah :

  1. Al-Qur'an : My Guide berisi beberapa perlombaan, yakni: Lomba Tahfidz Qur'an dari tingkat TK sampai SMP, Lomba Murotal Qur'an untuk tingkat Mahasiswa, Lomba debat isi kandungan Al-Qur'an untuk tingkat SMA, dan Syarhil Qur'an yang diikuti oleh siswa tingkat SMP dan SMA.
  2. Art Creativity: berisi perlombaan Mewarnai untuk jenjang TK, CERGAM (Cerita Bergambar) dan kaligrafi.
  3. Pentas Seni meliputi perlombaan sekaligus pestival Qasidah dan Marawis.
  4. Cerdas Cermat
  5. Pameran
  6. Kid'z Bazzar
  7. Seminar Narkoba oleh BNN
  8. dll

"Mudah-mudahan acara Expo season III ini menjadi acara yang lebih meriah daripada tahun sebelumnya. Kita targetkan peserta untuk tahun ini sebanyak 1000 orang lah. Insya Allah, undangan dan brosur sudah kita sebar ke berbagai sekolah dari berbagai jenjang. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar" Kata Dzikrul Hakim saat ditemui admin di sela-sela kesibukannya. Saat admin bertanya, "apa yang membedakan acara expo tahun ini dengan tahun sebelumnya?" mahasiswa yang akrab disapa "Mas Irul" ini dengan semangat menjawab " Oh jelas donk tahun sekarang berbeda. Kalau tahun tahun sebelumnya kita tidak bekerja sama dengan suatu instansi, sekarang kita insyaAllah bekerja sama dengan BNN dan Telkomsel. Pokoknya pasti bakalan beda lah" Sahut Irul mantap.

"Pada dasarnya acara ini memang diperuntukan untuk sekolah-sekolah namun apabila ada peserta dari non pendidikan yang ingin berpartisipasi kami akan sangat senang". Tambah Irul. Untuk informasi dan pendaftaran bisa datang langsung ke Sekretariat Kampus STAI Siliwangi Garut, Jl. Raya Leles No. 117 Garut.

Siliwangi Expo merupakan sebuah even yang akan terus diadakan setiap tahunnya oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Siliwangi Garut. Adanya kegiatan ini selain sebagai sarana pengembangan potensi dan kreativitas anak, juga secara langsung ikut memperkenalkan atau mempublikasikan kehadiran STAI Siliwangi Garut sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTAIS) yang ada di Kabupaten Garut.

"Jelas kegiatan ini sangat positif dan mampu mengapresiasi potensi anak didik. Selain itu tentunya dengan adanya kegiatan ini, STAI Siliwangi Garut akan memiliki penilaian sendiri di mata masyarakat Garut sebagai salah satu perguruan tinggi yang selalu konsisten melaksanakan kegaitan tahunan yang positif dan mengapresiasi untuk anak didik dari berbagai jenjang." Kata H. Muslih Qurtubi, M.Ag, Ketua Prodi PAI STAI Siliwangi Garut saat diwawancarai admin disela-sela kesibukannya. Lebih lanjut, pria yang kini berusia 48 tahun ini berharap, bahwa even Expo di tahun depan target pesertanya bukan hanya anak-anak jenjang TK hingga SMA saja, tetapi ada juga perlombaan untuk tingkat mahasiswa.

Semoga saja, apa yang telah direncanakan dan diupayakan oleh semua panitia Siliwangi Expo Season III dalam mewujudkan acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memperoleh hasil yang memuaskan. Aamiin.

 

PENGUMUMAN BEASISWA KEMENAG 2014

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kami sampaikan kepada mahasiswa STAI Siliwangi Garut yang telah mengajar di Madrasah jenjang RA hingga MA, Kementerian Agama RI memberikan bantuan beasiswa kepada guru Madrasah dari jenjang RA sampai MA Tahun Anggaran 2014. Untuk persyaratan dan info lebih lanjut silahkan download selengkapnya  di sini.

Bagi mahasiswa yang berminat, segera lengkapi persyaratannya dan dibawa ke sekretariat STAI Siliwangi Garut paling lambat tanggal 28 Maret 2014 sampai jam 12 siang.

Wassalam.

 

Islam di Amerika

Oleh :

Hendra Tohari, M.Ag.

(Dosen Filsafat STAI Siliwangi Garut)

alt

Menurut para ahli komunitas Muslim di Amerika secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori: Komunitas Muslim terbesar yang ada di Amerika merupakan imigran. Adapun komunitas terbesar kedua adalah bagian dari populasi Muslim African-American, sementara komunitas yang terkecil adalah masyarakat asli yang melakukan konversi agama, yang sebagian besar dari mereka adalah orang kulit putih. Ketiga komunitas Muslim di atas merupakan eleman masyarakat Muslim terpenting di Amerika.

Sebagaimana disebut di muka bahwasanya Islam sebagai agama universal, ia masuk dan berkembang di Amerika sebagai salah satu akibat adanya migrasi internasional. Di Amerika, migrasi yang dilakukan oleh orang-orang Islam yang dikenal melalui beberapa gelombang, di antaranya gelombang pertama pada tahun 1875 dan 1912; mereka berbahasa Arab dan negeri-negeri lainnya yang berbahasa Arab misalanya Syiria, Libanon, Jordan dan Palestina, kemudian pada pemerintahan Utsmani, dan kemudian disusul oleh gelombang berikutnya sesudah perang dunia.

Sementara Karen Leonard, membagi periodesasi gelombang migrasi Muslim ke Amerika menjadi lima gelombang. Pertama, antara tahun 1875 dan 1912 yang sebagian besar dilakukan oleh laki-laki Arab yang tidak terpelajar. Kedua, dari tahun 1918 sampai tahun 1922, sebagian besar juga dilakukan oleh orang-orang Arab seperti pada gelombang pertama, walaupun ada beberapa penduduk urban. Ketiga, dari tahun 1930 sampai tahun 1938, dilakukan, terutama, oleh sanak pamili imigran sebelumnya. Keempat, dari tahun 1947 sampai tahun 1960 dilakukan oleh orang-orang Islam, tidak hanya yang berasal dari Arab atau Timur Tengah melainkan juga dari Asia Selatan, Uni Soviet, Eropa Barat, dan tempat-tempat lain. Kebanyakan dalam gelombang ini merupakan golongan elit urban yang sedang menempuh pendidikan yang lebih tinggi dan para pencari kesempatan kerja yang lebih baik, dan beberapa di antara mereka merupakan para pengungsi. Terakhir, yaitu dari tahun 1967 sampai sekarang ini dilakukan oleh para professional yang berpendidikan tinggi, dan juga para pekerja yang terampil dan semi terampil.

alt

Imigran Muslim pertama--terlepas dari golongan mana apakah Syi'ah atau Sunni--yang datang ke Amerika adalah berasal dari Libanon dan negara-negara yang berbahasa Arab. Khusus mengenai Syi'ah, sebagaimana catatan Liyakat Takim mengatakan bahwa antara 1875 dan 1912, yaitu tahun 1880-an komunitas Syi'ah datang ke Amerika, mereka ini berasal dari Syiria dan menetap di Michigan. Pada saat yang bersamaan datang pula imigran-imigran dari komunitas Syi'ah dari bagian-bagian dunia Islam termasuk India dan Iran. Pada tahun 1990 dan 1914 beberapa ratus keluarga dengan latar belakang agama yang bermacam-macam datang dari Timur Tengah, sebagian besar dari meraka adalah Syi'ah Libanon, selanjutnya meraka tinggal di Detroit, bekerja di Ford Motor Company. Para imigran yang berasal dari Libanon ini terus datang dari tahun 1918 sampai tahun 1922. Pada tahun 1940, di Detroit telah ada 20 keluarga Sunni dan Syi'ah yang menetap. Gelombang imigran Libanon ini tampaknya tidak hanya dari komunitas Syi'ah dan Sunni, sehingga terjadilah kerja sama di antara mereka sepanjang tahun 1930-an dengan membentuk Hashimite Club.

Seiring dengan perjalanan waktu, maka berkembang pula Islam di Amerika. Perkembangan ini terjadi di samping adanya migrasi yang terus menerus akan tetapi juga akibat dari lahirnya generasi-generasi dari keluarga Muslim yang lahir di Amerika dan ditambah dengan banyaknya komunitas African-America yang masuk Islam, serta sedikit orang Amerika yang berkulit putih yang masuk Islam. Kondisi yang demikian itu, lebih lanjut kaum Muslim demi untuk menjaga kepentingan-kepentingannya maka didirikanlah rumah-rumah, sekolah-sekolah, masjid-masjid dan institusi-institusi lainnya sebagai pusat komunikasi antar sesama Muslim. Menurut sebuah keterangan menyebutkan bahwa jumlah masjid di Amerika pada akhir tahun 1992 sebanyak 2300 buah masjid yang tersebar di 300 kota di Amerika. Di antara 2300 masjid itu sebanyak 256 masjid serta 2 juta jiwa dari jumlah keseluruhan kaum Muslim Amerika yang pada tahun 1995 sebanyak 9,6 juta jiwa, diklaim sebagai komunitas Syi'ah. Mungkin sampai sekarang jumlah kaum keseluruhan kaum Muslim yang ada di Amerika kurang lebih di sekitar 10 juta jiwa.

Perkembangan Islam di Amerika yang sangat cepat itu, menurut Lang, bersumber dari dua kampanye persamaan hak yang bergejolak selama tahun 1960-an, yaitu perjuangan untuk memperoleh hak-hak sispil oleh orang-orang Amerika keturunan Afrika di Amerika dan perjuangan untuk mencapai persamaan ekonomi dan teknologi dengan Barat di Timur Tengah, dan ini terlihat dari tema-tema gerakan keagamaan (keislaman) dalam komunitas Muslim kulit hitam tidak jauh dari isu-isu tentang ras, kebebasan, diskriminasi, keadilan, serta kesejahteraan. Tema-tema di muka seringkali terkait dengan ide tentang harapan.

Organisasi-organisai Muslim di Amerika

alt

Secara garis besar organisasi-organisasi Muslim di Amerika dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Pertama organisasi yang dibentuk oleh African-America Islam. Kedua, organisasi yang dibentuk orang Islam di Amerika. Ketiga, organisasi yang dibentuk oleh orang-orang Muslim Amerika.

Organisasi yang dibentuk African-America Islam ini merupakan yang pertama kali dibentuk. Pada tahun 1913 sampai tahun 1962 ada enam organisasi yang dibentuk oleh African-America Islam di antaranya

  1. Moorish Science Temple, didirikan pada tahun 1913 oleh Noble Drew Ali di East Coast, Midwest.
  2. Ahmadiyya, didirikan pada tahun 1920 oleh para misionaris atau pendakwah dari India dan Pakistan, organisasi inilah yang pertama kali mempublikasikan surat kabar Muslim yang berbahasa Inggris di Amerika pada tahun 1921. Anggota-anggota dari organisasi ini banyak didominasi oleh African America selama 1970-an, baru kemudian menyusul orang-orang dari Pakistan. Organisasi ini berlokasi di East Coast, Midwest.
  3. Nation of Islam, didirikan pada tahun 1930 oleh Wallace Fard Muhammmad dan Elijah Muhammmad hingga tahun 1975, kepemimpinan organisasi ini diteruskan oleh Warith Deen Muhammad, anak Elijah Muhammad, berlokasi di Detroit, Chicago. Pada Tahun 1980-an organisasi ini diganti namanya oleh Warith Deen Muhammad menjadi American Muslim Mission.
  4. American Muslim Mission, seperti yang disebut di atas mempunyai keyakinan agama yang bercorak orthodok sunni, meninggalkan ajaran Elijah Muhammad sehingga hal ini menimbulkan perpecahan. Pada tahun 1981, Louis Farrakhan keluar dan memimpin anak buah dengan tetap melestarikan ajaran-ajaran Elijah Muhammad.
  5. Muslim American Community, organisasi ini merupakan penamaan baru untuk Muslim American Mission, pada tahun 1990-an. Pada tahun 2000 kemarin organisasi ini (MAC) berhasil menyatakan kembali atau terjadi rekonsiliasi dengan para pengikut Farrakhan, organisasi ini dididirkan oleh Warith Deen Muhammad.
  6. Darul Islam, pada tahun 1961-1983 organisasi ini didirikan oleh sebagian komunitas African-American Sunni. Pada tahun 1983 organisasi ini berganti nama menjadi fuqra yang mempunyai kecenderungan ajaran sufi yang berasal dari Asia Selatan.

Sedangkan organisasi-organisasi yang didirikan oleh orang Islam di Amerika Serikat dari tahun 1953 sampai 1982 adalah sebagai berikut:

  1. FIA (Federation of Islamic Association) didirikan pada tahun 1953 oleh para imigran yang berasal dari Libanon.
  2. MSA (Muslim Student Association) didirikan oleh para pelajar Muslim di seluruh Amerika pada tahun 1963.
  3. ICNA (Islamic Circle of North American) didirikan pada tahun 1971 oleh para partisan partai Jama'at al Khaier cabang Pakistan di New York.
  4. ISNA (Islamic Society of North American) didirkan pada tahun 1982 oleh masyarakat Islam Amerika Utara setelah mereka keluar dari MSA, organisasi ini mempunyai pusat di Plainfeld Indiana.

Sementara organisasi yang didirikan oleh American Muslim dari tahun 1989-1990 ada lima di antaranya:

  1. AMA (American Muslim Allience) didirikan pada tahun 1989 oleh Agha Saeed, beliau seorang ilmuwan politik di Fremont California.
  2. AMC (American Muslim Council) didirikan pada tahun 1990 di Washington DC.
  3. MPAC (Muslim Public Affairs Council) didirikan pada tahun 1990-an di Los Angeles.
  4. CAIR (Council on American- Islamic Relation) didirikan pada tahun 1990-an di Washington DC. 5. AMPCC ( American Muslim Political Coardinating Council) didirkan pada tahun 1990-an di Youngstown Ohio.

Masa Depan Muslim Amerika

alt

Sebagai agama pendatang dan tergolong baru, Islam di Amerika merupakan agama dengan pengikut yang relatif kecil, hanya 2% dari total penduduk Amerika. Jadi pengikut Islam di Amerika tergolong sebagai minoritas. Oleh karena itu, sebagai minoritas--mau tidak mau--pasti mempunyai tantangan, baik internal maupun eksternal. Menurut Alwi Shihab, tantangan utama dan teristimewa dari komunitas Muslim di Amerika adalah mengenai masalah identitas. Salah satu cara untuk menunujukkan jati diri di lingkungan masyarakat Amerika adalah upaya untuk mengoreksi citra yang selama ini tergambar dalam persepsi mayoritas bangsa Amerika yang diciptakan oleh para orientalis dan missionaris masa lalu.

Di samping itu, masyarakat Muslim merasa dituntut untuk membuktikan bahwa asumsi yang dilekatkan pada mereka sebagai komunitas agama yang tidak menerima konsep pluralisme di Amerika adalah asumsi yang tidak berdasar. Adanya kondisi yang demikian ini, para cendikiawan Muslim sadar untuk dapat survive dan memelihara jati diri di tengah masyarakat yang multibudaya dan agama ini mereka harus siap melakukan reinterpretasi tradisi Islam klasik dan harus bijak dalam mengaktualisasikan teologi pluralistik yang mengacu pada koeksistensi damai dan harmonis dengan komunitas lain dalam kerangka orde sosio-politik baru Amerika.

Dibelit masalah minoritas dan identitas yang masih diperjuangkan, lalu bagaimanakah masa depan Muslim di Amerika? Apakah Islam akan tetap bertahan dan berkembang atau justru sebaliknya yaitu Islam akan ditinggalkan dan hanya tinggal kenangan sebagaimana yang terjadi di Spanyol? Lalu apa yang sebaiknya dilakukan orang-orang Islam di sana? Untuk menjawab semua itu perlu kita melihat relaitas masyarakat Islam di sana.

Bila kita melihat dan kembali ke poin B dan C dalam makalah ini, akan tampak bahwa Islam di Amerika masih terafiliasi dengan cabang-cabang, seperti sunni, Syi'ah, African-American dan ssebagainya berikut dengan kecenderungan masing-masing. Hubungan antara yang satu dengan yang lainnya kadang menimbulkan ketegangan. Hal ini selanjutnya menjadikan masing-masing kelompok mengunggulkan dirinya sendiri. Bila terus-menerus berlangsung, maka terjadilah "kelompok minoritas dalam minoritas agama" meminjam catatan Alef Theria Wasim.

Komunitas Muslim di Amerika yang jumlahnya terus meningkat dan beberapa ribu mesjid telah didirikan, sama sekali belum jelas, bahwa Islam akan tumbuh menjadi sebuah kekuatan sosial dan spiritual membumi yang signifikan di Amerika selama abad mendatang, karena semakin banyak dan kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di sana. Gambaran ini mungkin saja terjadi, dan mungkin juga sebaliknya Islam di Amerika suatu saat akan menjadi kekuatan yang sangat menentukan.

Berangkat dari dua kemungkinan di atas, umat Islam Amerika, menurut Lang, harus memperhatikan tiga penting agar Islam dapat menyebar dan eksisi di Amerika: Pertama, sekelompok penting generasi anak-anak Amerika keturunan Muslim sekarang ini harus meuncul sebagai orang-orang dewasa yang memilki komitmen kuat kepada Islam. Kedua, Komunitas Muslim harus tetap bersatu dan tidak terpecah belah ke dalam sekte-sekte. Ketiga, komunitas Muslim Amerika harus melahirkan sendiri ulama-ulamanya yang mampu merespon dengan efektif berbagai masalah yang belum pernah dijumpai sebelumnya dan pasti akan muncul.

Di samping tiga hal penting di atas Lang juga memberikan kritik membangun terhadap kelemahan-kelemahan orang Islam, baik di Amerika maupun di luar Amerika, antara lain:

  1. Kecenderungan subkultur dalam komunitas Muslim Amerika
  2. Kurangnya toleransi di antara berbagai madzhab pemikiran Islam
  3. Dominasi cirri-ciri Tinur Tengah dan Arab yang hanya bersifat kutural dan tidak memiliki signifikansi keagamaan
  4. Sikap tradisional orang Muslim pada wanita yang melanggar norma-norma al Quran, yang sering mengakibatkan para Muslimah merasa tidak diterima di masjid-masjid
  5. Terlalu memfokuskan pada aspek-aspek cara hidup islami yang tidak esensial dan marjinal ketimbang mencari pelajaran etika dan spiritual umum dari sunnah Nabi
  6. Ketidakpercayaan sistematis yang diperlihatkan orang-orang Islam "asli" pada sumbangan-sumbangan para mualaf Barat.

Penutup

Dari uraian di atas, kiranya kami dapat menginformasikan bahwa komunitas Muslim di Amerika tidak terlepas dari persoalan-persoalan baik internal maupun eksternal yang mengitarinya, dan yang tak kalah penting lainnya adalah masalah identitas baik menyangkut ras dan kultur yang masih melekat pada umat Islam di Amerika. Dengan lain ungkapan, secara oprasionalnya bagaimana Muslim Amerika dapat menampilkan identitas keislamannya sendiri lepas dari persoalan ras, etnis, dan kelompok sosial lainnya, dalam sebuah masyarakat yang multi budaya dan agama seperti di Amerika.

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 10

Pencarian

NILAI UAS

PENERIMAAN MAHASISWA BARU

PEMBUATAN SURAT KETERANGAN ONLINE

Galleri

  • 32321_164513557027507_610422345_n_002.jpg
  • a bjgd.jpg
  • ah azharuddin lathif.jpg
  • azharuddin l.jpg
  • bajang.jpg
  • dewan kehormatan.jpg
  • dewan kehormatan 3.jpg
  • dewan kehormatan bersama koordinator kopertais.jpg
  • dsc_0027.jpg
  • foto wisuda.jpg
  • futsal 2013.jpg
  • img-20121221-00693.jpg
  • kkn stais-4.jpg
  • leles-20121229-00069.jpg
  • leles-20130208-00817.jpg
  • masjid 1.jpg
  • masjid 2.jpg
  • mastama 3.jpg
  • mastama 4.jpg
  • mastama 5.jpg

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini204
mod_vvisit_counterKemarin336
mod_vvisit_counterMinggu ini934
mod_vvisit_counterMinggu lalu2484
mod_vvisit_counterBulan ini9173
mod_vvisit_counterBulan lalu12143
mod_vvisit_counterSemua hari428095

Who's Online?

We have 8 guests online

Jajak Pendapat

Bagaimanakah isi/kontent Website ini?